Korea Selatan: Menjadi Negara Maju Dengan Sangat Cepat

lspsmkn2purbalingga.com – Ketika menyebut kata “Korea Selatan,” pikiran kita mungkin langsung terhanyut pada berbagai hal yang membuat negara ini begitu mencolok. K-Pop yang terus menggema, drakor yang begitu fenomenal, produk skincare yang mendunia, dan beragam budaya Korea yang menjadi idola kaum muda Indonesia. Tidak ketinggalan, keberhasilan perusahaan-perusahaan teknologi seperti Samsung, LG, dan Hyundai yang membawa nama Korea Selatan ke puncak ketenaran.

Namun, tahukah Anda bahwa sebelum mencapai puncak popularitas saat ini, Korea Selatan awalnya adalah negara berkembang? Dalam waktu singkat, negara ini berhasil melompat menjadi negara maju. Lalu, apa rahasia di balik pertumbuhan pesat Korea Selatan dari negara miskin pasca perang ?

Korea Selatan Menjadi Negara Miskin Setelah Perang Dengan Korea Utara

Berdasarkan data World Bank, dari tahun 1960 hingga 2021, Produk Domestik Bruto (GDP) Korea Selatan terus meningkat, dengan lonjakan signifikan terjadi mulai tahun 2000. Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Setelah perang saudara dengan Korea Utara pada tahun 1953, ekonomi Korea Selatan merosot. Perang ini menyebabkan kedua negara mengalami kemiskinan dan kehancuran, serta menelan korban sebanyak 2 juta jiwa.

Baca Juga : Rekomendasi Universitas Paling Unggul di Korea Selatan 2024

Meskipun Korea Utara pulih relatif cepat berkat bantuan dari Uni Soviet dan Tiongkok, Korea Selatan menghadapi tantangan yang lebih berat. Keterbatasan sumber daya alam dan masalah politik internal, termasuk korupsi yang merajalela, menjadi hambatan utama. Ketergantungan pada bantuan Amerika Serikat juga menambah kerumitan situasi.

Menurut World Bank, pada tahun 1955, GDP per kapita Korea Selatan hanya mencapai USD 64 juta, dengan nilai ekspor sebesar USD 42 juta. Kondisi paska perang benar-benar memprihatinkan.

Fase Kebangkitan Korea Selatan

Periode kebangkitan Korea Selatan dimulai di bawah pemerintahan Jenderal Park Chung-hee pada tahun 1961. Kebangkitan ini dipicu oleh adopsi sistem ekonomi pasar liberal atau terbuka. Korea Selatan mulai aktif bertransaksi bisnis dengan negara-negara lain, khususnya dalam bidang ekspor.

Berbeda dengan Korea Utara yang mengadopsi sistem ekonomi sosialis tertutup, Korea Selatan membuka diri untuk berinteraksi dengan dunia. Pilihan ini membuktikan keberhasilan Korea Selatan, sementara Korea Utara mengalami kesulitan pasca-keruntuhan Uni Soviet pada 1994-1998.

Faktor-Faktor Pendorong Korea Selatan Menjadi Negara Maju

  1. Bantuan dan Utang Luar Negeri: Dalam upaya memperbaiki perekonomian, Korea Selatan mendapatkan bantuan dan utang luar negeri dari Amerika Serikat dan Jepang. Bantuan ini diberikan kepada keluarga konglomerat, yang disebut chaebol, dalam bentuk pinjaman, subsidi, dan keringanan pajak. Chaebol seperti Samsung, Hyundai Motor, SK, dan LG berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi.
  2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Korea Selatan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya sebagai bagian dari upaya pemulihan. Mereka menyadari bahwa perbaikan ekonomi tidak dapat tercapai tanpa peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini berhasil, dengan tingkat literasi mencapai lebih dari 97 persen sejak 2008.
  3. Gerakan Saemaul Undong: Gerakan ini bertujuan mendorong modernisasi dan kemajuan pedesaan, dengan harapan mengurangi kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan.
  4. Cinta terhadap Produk Dalam Negeri: Kecintaan masyarakat Korea Selatan terhadap produk dalam negeri turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini mencakup industri K-Pop, perfilman, pariwisata, fashion, kosmetik, skincare, hingga makanan khas Korea yang bisa kamu lihat pada artikel disini : https://lspsmkn2purbalingga.com/
  5. Pengaruh Budaya Populer Korea: Keberhasilan K-Pop, drama Korea, dan budaya populer lainnya membantu mendukung citra positif Korea Selatan secara global. Grup K-Pop seperti BTS berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara, menurut laporan Hyundai Research Institute.
  6. Prestasi dalam Industri Kreatif: Prestasi film Korea Selatan, seperti kemenangan film “Parasite” dalam Piala Oscar 2020, memberikan dampak positif terhadap industri perfilman, meningkatkan citra Korea Selatan di mata dunia.

Melalui kombinasi strategi ekonomi, investasi dalam sumber daya manusia, dan ekspor produk kreatif, Korea Selatan berhasil meraih status negara maju, mengikuti jejak Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara maju lainnya.