Tingkatan Untuk Jadi Psikolog Yang Perlu Diketahui

lspsmkn2purbalingga.com – Kita tentu sebelumnya pernah dengar profesi psikiater dan psikolog. Beberapa orang mungkin tetap ketidaktahuan apa yang membandingkan ke-2 profesi itu. Pada intinya, psikiater ialah orang yang lulus dari jurusan S1 dan S2 Psikologi, dan Psikolog ialah orang yang lulus dari jurusan S1 Kedokteran selanjutnya mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ilmu kedokteran jiwa.

Seorang psikolog memiliki background sebagai dokter hingga bisa memberi interferensi memakai pendekatan klinis atau farmakoterapi dan psikofarmakoterapi. Sementara, psikiater saat lakukan interferensi tidak memakai beberapa obat, tapi dengan psikoterapi atau asesmen psikologi. Namun, baik psikiater dan psikolog sama benar-benar diperlukan sekarang ini.

Jika kamu ingin jadi psikolog, pastikan tidak salah pilih jurusan semenjak masuk kuliah. Dikutip dari situs Renesia, berikut tingkatan menjadi psikolog yang perlu kamu ketahui:

Mengikuti Pendidikan S1 Jurusan Kedokteran

Psikolog sebetulnya ialah dokter yang memiliki spesialis di bagian mental. Karena itu, kamu harus mengikuti serangkaian study di S1 Kedokteran atau Pendidikan Dokter Umum. Mengapa begitu? Karena seorang psikolog harus pahami langkah menganalisis penyakit atau masalah pada pasien, pelajari anatomi badan, dan peranan dan proses dasar organ badan supaya bisa memberi langkah penyembuhan yang pas dan bisa menghambat penyakit itu ada kembali atau minimal agar lebih teratasi.

Baca Juga : Berbagai Peranan Pendidikan Dalam Kehidupan

Menuntaskan Study S1 Kedokteran

Agar dapat lulus jadi Sarjana Kedokteran, lebih kurang kamu memakan waktu study sepanjang empat tahun. Belajarlah dengan telaten sepanjang jalani perkuliahan. Telah hal biasa jika jadi mahasiswa Kedokteran masuknya berat, bertahannya berat, apa keluarnya. Tetapi, jika kamu jalaninya dengan segenap hati dan ikhlas dan ketahui langkah untuk management diri yang bagus, karena itu beban tanggung-jawab dapat bisa ditangani.

Jalani Pendidikan Profesi Kedokteran

Saat kamu baru lulus dari S1 Kedokteran, kamu perlu mengikuti pendidikan profesi kedokteran atau bisa disebutkan dengan istilah co-ass sepanjang lebih kurang tiga semester. Co-ass ini dilaksanakan agar dapat mendapat gelar dokter karena S1 Kedokteran cuma memberi gelar Sarjana Kedokteran saja.

mengikuti UKDI

UKDI atau Tes Kapabilitas Dokter Indonesia ialah ujian yang perlu dilaksanakan untuk menunjukkan kelaikan seorang menjadi dokter.

Mendapat SKD

Sesudah bisa lolos dalam Tes Kapabilitas Dokter Indonesia, kamu akan diberi Sertifikat Kapabilitas Dokter (SKD) yang memperlihatkan validitas gelar dokter yang dipunyai.

Lakukan Sumpah Dokter

Saat sebelum betul-betul memperoleh gelar dokter, kamu wajib lakukan sumpah dokter. Sumpah ini diucap oleh alumni dokter yang pokoknya janji akan jalankan profesi sekalian pekerjaan mulianya secara benar dan baik.

Jalankan Program Internship

Kamu harus lakukan program internship sepanjang setahun dengan 8 bulan di dalam rumah sakit dan 4 bulan di puskesmas yang diputuskan sesuai lokasi yang ada dan paket dokter yang bisa melakukan internship. https://lspsmkn2purbalingga.com/

Meneruskan Study Dengan Pendidikan Keprofesian Kedokteran Jiwa

Sedikit perguruan tinggi yang buka program pendidikan ini, ada banyak universitas negeri yang mungkin menjadi opsi untuk meneruskan study, salah satunya:

  • Universitas Riau
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Udayana
  • Universitas Hasanuddin
  • Universitas Sriwijaya

Agar bisa jadi psikolog, pendidikan paling akhir yang perlu kamu kerjakan ialah mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berkaitan ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri sepanjang 4 tahun. Kemudian, kamu akan memperoleh gelar Spesialis Kedokteran Jiwa.

Namun, sejumlah psikolog memutuskan untuk ambil training untuk spesialis tambahan yang bisa tingkatkan kapabilitasnya untuk tangani masalah psikis khusus, seperti psikolog forensik, psikiatri anak dan remaja, atau psikiatri psikosomatis.

Kamu telah Jadi Psikolog

Pada akhirnya, sesudah mengikuti pendidikan dan kewajiban-kewajiban yang lain sepanjang sekurang-kurangnya 10 tahun, kamu bisa lakukan praktek Psikiatri.

Sedikit tambahan, meskipun kelihatan sama, tapi Psikologi Medis dengan Psikiatri ialah dua sektor study yang tidak sama. Sistem yang sudah dilakukan dalam pendekatan Psikologi Medis memang serupa dengan Psikiatri, namun pada usaha pengatasannya psikiater memakai psikoterapi dan tidak bisa memberi resep obat.

Proses yang panjang sekalian berat ini membikin tidak bingung kenapa cuma sedikit orang yang tertarik jadi psikolog. Disamping itu, sebagian orang merasa profesi psikiatri pun tidak terlampau memberikan keuntungan dibandingkan profesi dokter spesialis yang lain. Dengan begitu dibutuhkan kebesaran hati dan keikhlasan untuk membaktikan diri pada warga. Semangat selalu!